Terimakasih telah mengajarkanku, dik…

Dik, i should’ve learned from you..

Adik.. kamu tumbuh di saat keadaan serba kurang. Saat itu krisis 98, ayah harus kehilangan pekerjaan.. Kamu pun tumbuh pada kondisi keluarga sederhana.. Mungkin itulah yang menjadikanmu anak yang tak manja. Kamu kuat. Tidak seperti aku yang mudah menangis.

Dik… ingatkah kamu saat kita diusir di lapangan olahraga ketika waktu itu kita berjualan es buah? Aku ingat sekali… Kamu yang kuat, berusaha melawan bapak-bapak yang mengusir kita. Aku pun hanya diam. Kamu berani, dik…

Dik… ingatkah kamu saat kita mencoba berjualan sushi? Atau saat kita pergi mencari jam-jam di pasar untuk kamu jual kembali di sekolah? Kamu yang menginspirasiku untuk mencari pemasukan sendiri. Kamu tidak pernah malu berjualan di sekolah. Aku tak pernah terpikir itu, dik saat dulu masih  sekolah. Sekali lagi, kamu berani, dik….kamu tak pernah malu…

Walau kamu berani, kamu adalah orang yang paling mudah tersentuh, dik.. ketika melihat hewan disiksa.. atay ketika melihat mereka yang kekurangan dan kesulitan. Kamu mudah sekali menangis. Terkadang kita sama, dik…

Waktu Ibu dan Bapak tidak ada di rumah selama sebulan lebih, kamu sendirian di rumah.. Tak ada yang menemanimu, bahkan kamu harus masak dan membeli keperluan sendiri, dik.. Kamu hebat, kamu kuat…

Dik… kamu juga selalu menginspirasiku, walau besok ujian atau kamu harus belajar, kamu tetap membantu pekerjaan rumah. Kamu hebat, dik…

Dik, kata Rasulullah SAW

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ (وَضَمَّ أَصَابِعَهُ)
“Siapa yang mendidik dua anak perempuan hingga ia dewasa, maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia ….” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekatkan jari jemarinya. (HR. Muslim no. 2631). Artinya, begitu dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tumbuhlah menjadi adik yang selalu menginspirasi tidak hanya kakakmu, tapi orang banyak. Betapa kuat dirimu, dik. Kamu anak yang shalihah. Mudah-mudahan dengan keshalihanmu dan aku, ibu dan bapak bisa dekat dengan Rasulullah SAW di surga, dik..

Terimakasih, dik…  Kakak menyayangimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s