Dengarkanlah…

Ketika seseorang merasa takjub dengan pendapatnya, dengan amal perbuatannya dan dengan akalnya maka dia tak akan mau memanfaatkan fungsi musyawarah dan konsultasi. Akhirnya dia menjadi keras kepala dan tidak mengindahkan pendapat orang lain. Dia tidak mau bertanya kepada orang yang lebih pandai. Bisa jadi dia takjub dengan pendapatnya sendiri meskipun pendapat itu keliru dan gembira karena merasa bahwa pendapat tersebut berasal dari idenya. Dia tidak senang dengan ide-ide orang lain. Orang yang ujub akan bersikukuh dengan pendapat tersebut dan tidak mau mendengarkan nasihat orang lain. Dia selalu menganggap orang lain bodoh dan tetap bersikukuh dengan pendapatnya meskipun itu salah.

Al Ghazali

(Disalin dari Buku Tazkiyatun Nafs oleh Sa’id Hawwa hal. 253)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s