Life is Unfair! They Said..

quote-posters_5427-3

Hidup ini tidak adil! Ya, terkadang tidak adil!

They said…

Ya, memang tidak adil! aya miskin dan kamu kaya! Saya sakit-sakitan kamu sehat bugar! Saya bermasalah terus sementara kamu tidak!

Ada anak-anak yang sudah meninggal semenjak ia masih buaian, ada yang sakit keras ketika masih balita..

Ada Ibu yang tak sanggup hamil, ada yang tak kunjung menikah, ada remaja yang harus lumpuh, ada nenek tua yang sendiri dan sakit,

Di sisi lain,

Ada seorang pemuda yang belum pernah terkena penyakit serius seumur hidupnya..

Ada ibu yang terus-menerus hamil, ada yang menikah di usia sangat muda, ada remaja yang lengkap anggota tubuhnya, ada nenek tua kaya raya dan hidup bahagia bersama anak dan cucunya…

Jika hidup ini tidak adil dan kita mengaku sebagai muslim, lalu apalah arti kata Allah Maha Adil?

Jika Allah tak pernah adil, apakah kita terus-terusan menderita sepanjang hidup?

Jika Allah memang tak adil, untuk apa Allah mengirimkan kisah Yusuf AS pada Muhammad SAW yang begitu pelik di sisi lain Yusuf adalah seorang Nabi Mulia?

Saat saudaranya bisa kembali pulang sementara Yusuf sendirian di dalam sumur…

Mungkin jika kita yang mengalaminya, kita akan berkata, “Kenapa aku seperti ini? Mengapa bukan ia?” “Mengapa ini dan mengapa itu?”

Namun Allah baru memperlihatkan kuasa-Nya justru puluhan tahun kemudian ketika Yusuf duduk menjadi orang yang dimuliakan secara derajatnya di dunia, menyandang status di dalam Istana. Yusuf akhirnya tahu mengapa ia pernah harus merasakan dibuang oleh saudara-saudaranya.

Jika Allah tak adil, untuk apa Yusuf harus masuk penjara? Untuk diberikan kesedihan dan derita kah?

Ternyata Yusuf baru tahu jawabannya mengapa ia harus mendekam dalam penjara ketika ia diangkat menjadi bendahara negeri Mesir..

Jika Allah tak adil, mengapa anak Hana istri Imran harus perempuan, bukan laki-laki seperti yang ia inginkan?

Ternyata jawabannya ada ketika Maryam mengandung Isa AS dan Isa AS adalah Nabi yang mulia sebagaimana ibunya, wanita paling mulia di dunia dan akhirat.

Jika Allah tak adil, mengapa Maryam harus hamil dan terasingkan dari masyarakatnya? Dicemooh dan disindir? Padahal sepanjang hidupnya ia hanya beribadah..

Masihkah kita sering mempertanyakan “kenapa saya begini dan kenapa ia begitu?”

Bersyukurlah… dan bertawakkalah… kesedihan adalah keniscayaan tapi kita tak boleh berlama-lama dalam kesedihan. Sebagaimana Maryam yang sudah mulas-mulas di bawah pohon kurma dengan kesedihannya yang sudah sampai puncaknya, ia bahkan ingin menjadi manusia yang tak diingat dan dilupakan.. Ia tetap bertawakkal mengguncang pohon kurma yang berat itu. Ketika perintah mengguncang pohon turun, Maryam hanya bertawakkal, ia tetap berusaha dan percaya pada Allah. Tawakkal saja, tak tahulah apa yang akan terjadi sehabis ini, biar Allah yang berbuat nantinya. Seperti akhirnya Maryam yang mendapatkan hiburan dari Allah melalui pohon kurma tersebut.

Setiap detik, setiap kejadian, yang kita inginkan maupun yang bukan kita inginkan menimpa kita pasti ada kehendak Allah di dalamnya. Jangan bersedih…jangan bersedih… Innallaha Ma’ana.. Seorang muslim tidak patut berpikir bahwa hidup ini mengapa seperti ini mengapa seperti itu..

Tenang, ada rencana besar Allah dibalik itu semua, sebagaimana Allah membuat rencana terbaik-Nya untuk Yusuf, Hana, dan Maryam..

Tenang, innallaha ma’ana…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s