Kajian IV – Makan Bersama yang Menjadi Prioritas

This combination of two photos taken on Saturday, July 5, 2014, shows a Muslim family saying prayers before breaking their fast, top, and their meal, bottom, during the holy month of Ramadan in Kano, Nigeria. Fasting is a physical and mental exercise meant to draw worshippers closer to God and increase empathy for the poor. (AP Photo/Sani Maikatanga)

This photos taken on Saturday, July 5, 2014, shows a Muslim family saying prayers before breaking their fast, top, and their meal, bottom, during the holy month of Ramadan in Kano, Nigeria. Fasting is a physical and mental exercise meant to draw worshippers closer to God and increase empathy for the poor. (AP Photo/Sani Maikatanga)

🌺KAJIAN IV – Untukmu, Ibu Shalihah🌺

Assalamualaikuuum Ibu Shalihah, Semoga sharing hari ini bermanfaat yah  :):)

Makan Bersama, yang Menjadi Prioritas
👪🍲🍱

Siapakah di antara juru dakwah yang merasa tidak punya lagi waktu untuk skedar makan bersama anak2 di rumah? Imam Hasan Al Banna rahimahullah, mempunyai catatan khidupan dakwah yang bgitu memukau. Hasa Al Banna, dlm bku sejarah dakwahnya, dituliskan telah berhasil membentuk fondasi sebuah gerakan dakwah brnama Al Ikhwan Al Muslimin hanya stelah tinggal 6 bulan di Ismailiyah, salah satu distrik kota Kairo Mesir. Lalu dalam rentang waktu selama 15 tahun, Al Banna trus melebarkan sayap dakwahnya dengan membentuk sayah Al Ikhwan di 20 negara. Di Kairo sendiri, ia mendirikan fondasi pembentukan 2000 cabang Al Ikhwan. Tapi trnyata, beliau masih mampu menyempatkan waktu untuk makan bersama anak-anaknya di rumah. Suasana makan bersama itulah di antara detik-detik penuh kenangan bagi anak-anaknya.

Tsana puteri Al Banna bercerita:
“Beliau sangat mengerti apa yang dikatakan oleh Rasulullah, “Sesungguhnya badanmu mempunyai hak, keluargamu juga mempunyai hak…” misalnya saja, ayah biasanya tidur hanya empat jam dalam sehari. Karena itu, salah satu dari sepuluh wasiat ayah adalah sebenarnya pekerjaan yang harus dilakukan lebih banyak dari waktu yang tersedia. Ini sama dengan apa yang dirasakan para mujahid umumnya. Sedangkan sekarang, kami tahu bagaimana menyia-nyiakan waktu dan mencari alasan untuk membuang waktu. Engkau lihat ayah selalu berusaha untuk bersama-sama makan dengan keluarga, bahkan meskipun ketika ada tamu, ia tetap berusaha meminta mereka datang ke rumah agar ketika waktu makan pagi ayah bisa bersama kami.”

Sumber : Buku Cinta di Rumah Hasan Al Banna dlm bab Praktik Tarbiyah Hasan Al Banna kepada Anak-anaknya

Oleh:  SY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s