Kajian I – Untukmu, Ibu Shalihah

10854352_606977976069899_3580013821781462140_o

🌸Assalamu’alaikum Ibu Shalihah😀 apakabarnya? semoga selalu dalam lindungan Allah SWT
Ini adalah kali pertama kajian dari Grup Whatsapp “Belajar jadi Ibu Shalihah”, semoga bermanfaat ya, Bu :)🌸

👶🏼PASCA KELAHIRAN ANAK👶🏼

Hal yang akan dibahas seputar pasca kelahiran anak kali ini adalah :

1. Mengumumkan kelahiran anak dan memberi ucapan selamat

Ketika kabar gembira membuat seseorang bahagia, maka seorang muslim dianjurkan untuk segera membuat saudaranya gembira dan memberitahukan kepadanya sesuatu yang membuatnya bahagia. Apabila seorang muslim mengetahui saudaranya mendapatkan berita gembira, maka hendaknya ia mengucapkan selamat kepadanya. Berikut adalah perbedaan antara kabar gembira dengan ucapan selamat.

-Kabar Gembira : pemberitahuan kepada seseorang tentang sesuatu yang membuatnya gembira
– Ucapan Selamat (tahni’ah) : mendoakan seseorang yang telah mendengar berita yang membuatnya gembira

Tidak pantas bagi seorang manusia hanya mengucapkan selamat ketika yang dilahirkan bayi laki-laki dan tidak mengucapkan selamat manakala yang lahir bayi perempuan. Akan tetapi, hendaknya mengucapkan selamat, baik yang lahir bayi laki-laki maupun perempuan. Atau, tidak mengucapkannya sama sekali untuk keduanya, supaya terlepas dari keburukan zaman jahiliyah.

Sebab, kebanyakan orang pada masa jahiliyah, memberikan ucapan selamat ketika terlahir bayi laki-laki dan ketika bayi perempuan meninggal, bukan ketika dia dilahirkan.

Hal ini telah dicontohkan sebelumnya pada kisah-kisah terbaik dalam Al-Quran dan dari Riwayat:

1. Nabi Ibrahim AS dengan kelahiran Ishaq
“Dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak)” (Adz-Dzariyat: 28)
“Dan istrinya bediri (dibalik tirai) lalu Dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Ya’qub. (Hud : 71)

2. Nabi Zakaria AS dengan kelahiran Yahya
“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” (Maryam : 7)

3. Nabi Muhammad SAW
Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Tsuwaibah – budaknya Abu Lahab – memberitahukannya kepada Abu Laha. Ia berkata, “Malam ini anak lelaki Abdullah telah dilahirkan.” Mendengar berita itu, Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah sebagai luapan kebahagiannya. Maka Allah tidak menyia-nyiakan kegembiraan Abu Lahab atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setelah meninggal, Allah pun memberi Abu Lahab air pada lekukan di pangkal ibu jarinya.

Berikut adalah ucapan yang dianjurkan oleh Hasan Al Bashri ketika terdapat seorang bayi laki-laki baru dilahirkan:
Buurika laka fiil mauhuubi wa syakartal waahiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu
“Semoga anak yang dianugerahkan kepadamu mendapatkan berkah dan engkau bersyukur kepada Sang Pemberi. Dan semoga dia mencapai usia dewasa dan engkau pun mendapatkan baktinya.” Wallahua’lam

-Disalin dan disadur dari buku “Tuhfatul Maudud Biahkamil Maulud” (Menyambut Buah Hati : Bekal Menyiapkan Anak Saleh pada Masa Golden Ages) yang ditulis oleh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah-

Oleh : MSN🌷

Semoga bermanfaat yaa Ibu shalihah 🌻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s