Jangan Sampai Compang-Camping

11428017_1603830316553587_5218815952663095753_n

Saat melihat poster berisi quotes tersebut, saya benar-benar dibuatnya merenung. Merenung banyak hal, ah… mungkin terlalu banyak untuk diutarakan. Mulai dari Ramadhan, bersihnya hati, penuhnya kegiatan (sekarang lagi menyiapkan presentasi untuk sidang). Semoga perenungan ini bisa menjadi bekal untuk awal ramadhan yang lebih baik.

Ustadzahku pernah berkata, “Jangan sampai kita datangi Ramadhan dengan compang-camping”

Tak akan pernah terlupa, sungguh.

Pada bulan ini, Allah melihat akan melihat siapa yang paling bertakwa maka sebagai mu’min sudah seharusnya kita berlomba-lomba dalam kebaikan pada bulan Ramadhan ini. Target yang banyak? Alhamdulillah … baik… Tapi jangan lupa, apa landasan kita dalam melakukan targetan-targetan tersebut. Saya merasakan hal yang cukup berbeda ketika ramadhan tahun lalu saat saya ‘bernafsu’ untuk mengejar targetan, tak peduli apapun itu, pokoknya harus kejar targetan, sayang, saya lupa memahami esensi targetan-targetan tersebut.. sayang, saya sedikit sekali memahami kalamullah. Sungguh sayang seribu sayang.

Seperti perkataan Mufti Ismail Menk,

ada orang-orang yang mungkin tidak muncul sebagai kalangan dari muslim terbaik tapi usaha mereka untuk mendapatkan cinta Allah ternyata lebih besar daripada kalangan muslim yang baik dan hebat tadi…

Sungguh jika kita menganggap diri ini sudah berkontribusi banyak, sudah melakukan hal banyak, targetan-targetan Ramadhan yang banyak, tapi tahukah di luar sana ada orang-orang yang dengan tulus dan ikhlas bertaubat pada Allah, merintih di setiap malam-malamnya, senantiasa membersihkan hatinya, takut akan adzabnya, ingat dan berharap akan hari akhir, bersedekah dengan segala kekurangannya, berbuat dalam diamnya, hanya untuk mendapatkan cinta Allah…

Ramadhan, jangan sampai kita compang-camping dalam menyambutnya, pun jangan sampai koyak dalam menjalankan setiap amal di setiap detik-detiknya.

Ramadhan, setiap detik, setiap hela nafas dapat menjadi doa, yang akan diijabah berkali lipat. Setiap detik yang jika kita menyebut namanya dan memohon dalam do’anya akan berkali lipat dihargai oleh Allah..

Allah, jangan sampai Ramadhan kusambut dengan kecompang-campingan amalku, jangan sampai ia kusambut dengan waktu yang sia-sia. Aku tak tahu kapan Allah memanggilku kembali ke pangkuannya, boleh jadi inilah… inilah Ramadhan terakhirku, boleh jadi inilah terakhir kalinya dosa-dosaku dihapuskan oleh Allah.

Allah, jangan sampai aku compang-camping dalam Ramadhan-Mu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s