Terimakasih, Dedaunan

Rupanya langit tak serumit kepalaku yang sedari pagi sudah seperti ditekan batu. Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan untuk melihat birunya langit dan sejuknya angin hasil gesekan dedaunan nan rimbun. Kulihat beberapa daun berguguran berbingkai langit biru nun jauh di seberang kamarku. Aku meneliti dengan seksama, benar saja, dedaunan itu  jatuh tanpa kata, jatuh dengan pasrah. Tangkai daunnya yang rapuh mulai terlepas dari ranting-ranting yang juga sudah lapuk. Lepas begitu saja, karena tertiup angin.

“Tek”, begitu suara yang kau buat di penghujung hidupmu.

Bagaimana rasanya dihempaskan ke tanah dari tempat tinggi dan rindang disana? Sakit kah?

Ternyata ia diam saja, ia pasrah menerima takdirnya dari Allah sebagai ‘daun yang harus jatuh’ ke tanah.

Tapi, tunggu dulu. Nampaknya ada makna dan hikmah yang lebih besar dari sekadar kepasrahan dedaunan yang gugur tadi. Ternyata saat jatuh, daun itu semakin belajar bahwa jatuhnya ia ke tanah membawanya semakin menunduk dan dapat lebih  dekat dengan Rabb-nya, ya, karena masa hidupnya sebentar lagi sudah habis dimakan ulat.

Sepenggal episode hidupku hari ini mengatakan bahwa aku harus seperti dedaunan yang gugur tadi. Terjatuh. Aku belajar dari dedaunan gugur itu  mengenai kepasrahan dan ketundukan pada takdir-Nya.

Sepenggal episode singkat penuh makna hari ini, walau di awal terlihat menyakitkan, tapi sebenarnya ada hikmah kebaikan yang nilainya lebih besar berkali lipat dibandingkan rasa sakit akibat jatuhnya, yaitu kita semakin dapat pasrah dan tunduk yang akan menimbulkan kedekatan  kepada Allah ‘Azza Wa Jalla karena aku semakin dekat dengan waktu penghujung hidupku, aku jadi tahu harus mendekat terus-menerus kepada-Nya.

Terimakasih, dedaunan gugur. Aku sudah mendapatkan pelajaran yang  banyak dari takdirmu sebagai daun yang gugur. Kan kuambil hikmah dan pelajaran tentang kepasrahan dan ketundukanmu yang akan kulekatkan di hatiku seumur hidup. InsyaAllah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s