Tujuan Hidup

Kali ini sudah tiba waktunya, untuk kita kembali tunduk dan khusyuk. Menjalani hari-hari ini dengan penuh tanggung jawab terhadap apa yang telah Allah berikan pada kita, yaitu kehidupan.

Kehidupan, setiap detik yang bertambah dari kehidupan berarti berkurangnya pula sisa-sisa kehidupan. Jika hidup ini tidak dimaknai untuk beribadah kepada Allah, maka untuk apa kita hidup?

Sebuah renungan, Yasmin Mogahed dalam buku best sellernya Reclaim Your Heart mengatakan,

“Berkaca pada peristiwa Isra’ Mi’raj, para ulama berpendapat bahwa proses pengurangan dari lima puluh ke lima rakaat merupakan sesuatu yang diatur, dimaksudkan untuk mengajari kita mengenai tempat sejati shalat di dalam hidup kita. Bayangkan sejenak jika kita benar-benar diwajibkan sembahyang selama lima puluh kali sehari. Apakah kita bisa melakukan hal lain selain shalat? Tidak. Itulah intinya. Apa ada cara lain yang lebih hebat daripada itu untuk menggambarkan tujuan hidup kita yang sebenarnya? Seolah-olah mengatakan, shalat adalah kehidupan sejati kita; semua kegiatan lain yang kita lakukan untuk mengisi hari hanyalah gerakan.”

Ya, seolah Allah ingin menyampaikan, seluruh waktu yang kita miliki setiap tarikan dan hembusan nafasnya adalah untuk mengingatnya, menyembah-Nya. Maka ketika setiap detik yang terlewat melenggang begitu saja tanpa diikuti niat beribadah kepada-Nya, lantas apa sebenarnya tujuan kita hidup di dunia ini?

Allah, maafkan kami yang banyak lalai dan lupa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s