Untuk penanya ask.fm

Pertanyannya sangat sulit, sehingga saya sendiri belum mampu menjelaskan dengan ilmu saya yang pas-pasan bgt ini. Jadi saya copaskan nasihat dan pengetahuan ttg apa yg kamu tanya dari buku Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) oleh Sa’id Hawwa. Semoga bermanfaat utk kamu dan saya juga ya. Bismillah, sama2 belajar n mengingatkan🙂

“Orang yang beramal, yang amalannya tidak ditujukan untuk Allah maka dia tidak akan pernah istiqamah dalam kehidupannya karena dia hanya beramal apabila dilihat atau diketahui perbuatannya.” – Sa’id Hawwa

ada empat tingkatan dalam riya’, salah satunya adalah orang yang riya’ tapi masih punya keinginan untuk mendapatkan pahala, di mana keinginan mendapat pahala dan riya’ sama besarnya. Orang jenis ini apabila salah satu dari dua keinginannya tersebut tidak ada maka ia urung beramal. Namun ketika kedua hal tersebut ada semua maka muncullah keinginan untuk beramal. Orang jenis ketiga ini diharapkan dapat selamat. Dia akan mendapat pahala sebagaimana dia mendapat siksa. Namun zahir hadits menunjukkan bahwa orang yang seperti ini selamat.

Obat Riya’ dan cara mengobati hati :

Tingkatan pertama adalah mencabut akar dan pangkal riya’. Pangkal sifat riya’ kni adalah cinta pangkat dan jabatan. Ketika diperinci lagi maka terdapat tiga hal, yaitu kenikmatan pujian, menghindari sakitnya celaan, dan tamak terhadap apa yang ada di tangan orang lain. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa menunjukkan bahwa riya’ disebabkan oleh sebab-sebab ini.

Terkadang seseorang tidak tertarik dg pujian dan tidak berharap mendapatkannya, namun dia sangat takut dan tidak mampu menahan sakitnya celaan.

Ketika seseorang mengetahui bahwa sesuatu itu nikmat saat ini namun tidak nikmat di kemudian hari maka mudah baginya meninggalkan rasa suka terhadap sesuatu tersebut. Misalnya ketika sesorang tahu bahwa madu enak rasanya, namun ketika ternyata dia mengetahui bahwa di dalamnya terdapat racun maka dia akan berpaling darinya.

Barangsiapa di hatinya dipenuhi dengan akhirat, dipenuhi dengan kenikmatannya yang abadi dan maqam yang tinggi di sisi Allah maka dia akan menganggap rendah apa yang berhubungan denhan makhluk dengan segala kekeruhan dan kenistaannya. Tekadnya BULAT dan hatinya secara UTUH tertuju kepada Allah serta berlepas diri dari kerendahan riya’. Posisi makhluk menjadi rendah di hatinya dan hilanglah penyebab riya’ sehingga tertanamlah pohon ikhlas. Inilah obat riya’ secara teoritis.

Secara teknis, obat riya’ adalah dengan membiasakan diri menyembunyikan amal ibadah dan menutup pintu rapat-rapat agar tidak diketahui orang sebagaimana pelaku perbuatan keji yang menutup pintu rapat-rapat agar tidak diketahui.

Ketika terbesit bisikan dalam diri bahwa dia sedang dilihat oleh orang lain atau ada sekelebat harapan ingin dilihat orang lain maka dengan segera dia harus menolaknya dengan mengatakan, “Apa urusannya dengan manusia. Baik mereka tahu maupun tidak, sesungguhnya Allah Mahatau terhadap kondisimu. Apa manfaatnya diketahui oleh selain Allah?”

Dan ketika muncul keinginan untuk mendapatkan pujian maka seseorang hendaklah segera mengingat pengetahuan yang tertanam kuat di dalam hati di waktu sebelumnya mengenai bahaya riya’.

(Tazkiyatun Nafs Hal 215-220 oleh Sa’id Hawwa)

Boleh di lain waktu saya share ttg fenomena media sosial dan dampaknya thdp hati. Hehe tulisan dr ust Yasmin mogahed. Terimakasih buat yang bertanya.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s