Inspirasi Darah, Luka, dan Perih

Malam ini saya ingin berbagi sedikit hikmah yang baru saja saya alami malam ini. Semoga jari ini tak tergesa-gesa mengingat masih banyak deadline lain yang harus dikerjakan untuk esok hari hehe (ceritanya curhat)

Tulisan ini saya persembahkan untuk ikhwahfillah yang sama-sama mempunyai misi untuk selalu mengingatkan di jalan kebenaran, jalan cahaya. Tulisan ini juga saya buat untuk ikhwahfillah yang mungkin sudah hampir muak atau lelah dengan jalan ini, jalan untuk selalu mengingatkan dan menyeru kepada Allah.

***

Darah, perih, luka. Hal itulah yang mengingatkan saya pada kondisi saya malam ini, kondisi dimana saya hampir berputus asa dan mengeluhkan keadaan akan kebathilan, mengeluhkan keadaan mengapa berdakwah atau sekedar mengingatkan itu sulit.

Darah, beberapa waktu ini sudah dua kali jari-jari saya terkena sayatan mata pisau dan cutter, maklum, anak arsitektur suka berurusan dengan barang-barang tajam. Perih yang saya rasakan karena luka sudah cukup membuat diri ini mengerutkan dahi. Disini bukan poin darah atau luka ataupun perih yang saya ambil sebagai fokus pembicaraan namun dari ketiga hal tersebut, saya mendapat hikmah dan jawaban luar biasa atas keputusasaan dan keluhan akan keadaan di luar sana.

Ya, kunci jawabannya adalah pengorbanan.

Sesaat setelah darah mengucur dari jari, saya hanya bergumam dan sedikit mengeluhkan sakit sebelum saya sempat berpikir, “baru begini aja udah kesakitan, gimana kalau badan yang disayat atau dipotong?”.

Saya kembali bergumam,

“apa rasanya kalo jadi pejuang di medan perang, syahid syahidah?”

“apa rasanya ketika menjadi sahabat yang rela ditusuk banyak anak panah demi melindungi Rasul (SAW)”

“apa rasanya menjadi Rasulullah yang setiap harinya mendapat ancaman, ditimpuki batu hingga tanggal giginya, dilempari kotoran, bersimbah darah karena berjihad?”

“tak usah jauh-jauh lah melihat ke belakang, liat aja saudara-saudara kita di Palestin yang masih berusaha menjaga Masjidil Aqsa. Bagaimana rasanya?”

Ya, pengorbanan. Satu kata yang menjadi tujuan, Allah…Allah…Allah…

“Qul Inna sholaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi robbil ‘alamiin”

Say, “Indeed, my prayer, my rites of sacrifice, my living and my dying are for Allah , Lord of the worlds.

Al-An’am 162

 

Rasanya seperti ditampar-tampar, seketika langsung bercermin melihat diri ini yang belum ada apa-apanya. Dalam berkorban, beribadah, berkehidupan, bergaul, bekerja, dll.

“Apakah saya siap menerima ujian seperti teman-teman di Palestin?

Apakah saya siap menerima ujian seperti saudara-saudara di Mesir?

Apakah saya siap menerima ujian seperti teman-teman di Afrika?”

Allah, betapa pengorbanan ini belumlah ada apa-apanya jika dibandingkan dengan umat Muhammad SAW yang selalu ada di garda terdepan dalam membela dan menyeru nama-Mu. Bahkan rasanya belum ada perih yang benar-benar terasa dalam membela syariat-Mu, dalam memperjuangkan agama-Mu ini, Allah..

Semoga Engkau kuatkan hati ini pada jamaah yang selalu menyeru pada jalan-Mu. Semoga Engkau kuatkan hati ini yang sering menyerah karena lelah semu. Semoga Engkau kuatkan hati ini dalam mengingatkan dengan Quran-Mu dan sunnah Rasulullah SAW.

 

Sedikit syair dari Izzatul Islam, semoga selalu bangkitkan semangat tuk senantiasa menyeru di jalan-Nya..

 

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s