“Akulah Madrasah Anak-anakku”

Kajian Parenting

“Akulah Madrasah Anak-anakku”

Oleh Ustadzah Nunung Bintari

 Gambar

“Saya dilamar semester 5 ya”. Maka persiapan lebih dini itu jauh lebih baik. Karena ilmu itu memang harus lebih dini. Banyak anak perempuan usia 10-11 tahun sudah haid, bayangkan kalo ibu tidak membekali anaknya dengan ilmu haid. Bagaimana anak umur 10 tahun sudah harus menutup aurat, biasanya ibu2 bilang “masih kecil kok” padahal ini bahaya.

Ya memang kalo jadi ibu tuh harus belajar banyak banget ya, ilmu diniyahnya harus luar biasa. Kalo ilmu2 yang lain bisa belajar kita ya insya Allah ya. Tapi kalo ilmu agama ni, banyak sekali orang tua yang tidak bisa malah memasukkan ke madrasah2 sehingga yang namanya madrasah itu laris manis ya. Ini berangkat dari orang tua merasa tidak mampu, tapi mereka juga lupa anak2 mereka dilepas di sekolah, ga di follow up di rumah, sehingga anak2 hanya dibekali ilmu jasadi n aqli, tidak dibekali ilmu ruhani.

Kalo kalian kenal dengan hadits “al ummu madrosatun” yah? tapi ini tidak populer di kalangan ibu-ibu, sehingga banyak ibu-ibu jadi nggak perhatian tentang pendidikan agama anak.

Islam jauh lebih memuliakan kita sebagai seorang ibu tanpa harus teriak2 soal feminisme. Allah sudah jauh memuliakan kita lebih dulu.

Nah gaya seorang ibu mendidik ini sudah dipaketkan oleh Allah. Sehingga muncullah kalian dengan karakter beda-beda. Gaya anak seperti preman juga ada, bahkan anak kecil sudah dipasangkan tato ya walau tidak permanen, ada juga anak di cat rambutnya padahal baru 4 tahun. Beginilah, kalo setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanya lah yang mengacaukan, yang membuat tulisan-tulisan itu adalah ortunya.

Nah kalo ortu yang dikangeni pertama siapa? Bunda. Makna cerewetnya bunda memang memberikan pelajaran luar biasa. Makanya nanti kalo jadi ibu cerewet aja biar diingat anaknya.

“Ibu itu bagaikan sekolah, jika engkau mempersiapkannya, berarti engkau telah mempersiapkan rakyat  yang baik akhlaknya.

Ilmu itu bagaikan kebun, jika engkau rawat sifat malu, dengan selalu disirami maka akan menumbuhkan daun segar tak layu

Ibu sangat mulia, bagaikan gurunya para guru. Pengaruhnya menembus segala penjuru”

 

Ada sebuah kisah, da’i da’i cilik yg ada di TV, saya kagum sekali sudah bisa tampil depan publik. Ada anak namanya ahmad, ketika ditanya “kenapa kamu ikut kompetisi ini?” yang lain blg “disuruh abi. Umi,” rata rata jawabnya disuruh nah Ahmad ini beda, ia menjawab, “ Al Ajr Indallah, saya hanya mengharapkan balasan dari Allah”, satu2nya peserta dai cilik yg jawab gt. Ini satu anak 12 tahun, kita belum liat lagi anak2 di Palestin ya. Usia 10 thn berani melawan tentara Israel seakan2 ia pejuang usia 20 tahun. Ia tidak takut dengan mereka, ia hanya takut dengan Allah. Bagaimana tidak? Ibunya membekali dengan Quran. Bahkan ibunya membekalinya dengan batu untuk menghadap tentara Israel.

Ketika ustz yoyoh yusroh ke Palestina dan ditanya punya anak brp? “13”. Kata mereka “subhanallah”. “sdh brp yg hafal quran?” sudah ada beberapa kalo tidak salah, namun memang belum banyak. “subhanallah banyakkan anakmu,” Klo di Palestin anaknya bisa kembar 4 karena memang banyak yang syahid dan banyak yg maju ke medan perang. Kalo 10 anak disini udh dianggap banyak sekali, padahal disana dikit, biasanya 15, 13 anak itu sudah biasa. Istri2 menteri disana pun pakaiannya sederhana sekali. Mereka itu memberikan contoh pada generasi di bawahnya.

Kalo disini sudah 2 anak mengeluh repot, ya jadi repot betul karena sudah bilang dari awal.

Apa yang diajarkan ibu saya? Banyak sekali

Ajaran ibu tuh terngiang waktu sudah punya anak. Ibu saya dulu ngingatkan klo cuci piring dahulukan gelas, padahal ga ada ya teorinya? Knp gelas dulu? Supaya tidak terkena amis. Habis itu baru sendok, dan sebelum cuci piring itu ditata dulu. Piring dengan piring, gelas dengan gelas, sendok dengan sendok baru boleh cuci, dan tidak boleh adu dan berbunyi. Cara jemur, masak, diajarin. Cara motong bayam, kacang panjang. Saya hanya tidak diajarkan cara memandikan bayi, memang perlu ada nih pelatihannya. Bagaimana cara untuk membalik bayi, itu ada tekniknya itu lho. Kalo salah itu bisa nyemplung lho itu bayi dan itu ada tekniknya, saya berlatih itu.

Kalo misalnya besok kalian dilamar dan menikah kemudian langsung punya anak, kalian siap ndak? InsyaAllah siap. Nah bagus itu jawabannya. Ketika kita menyiapkan lebih dini itu lebih baik.

Apa yang akan kita bekalkan? Yang pertama itu ilmu din (agama) karena kita akan mengajarkan banyak hal tentang kecintaan kita kepada Allah SWT. Saya juga akan mengisi kajian tentang bagaimana mengajarkan shahabiyah shahabah lewat buku kepada anak-anak.  Ini bagus sekali ya.

Ilmu din harus dibekali dari sekarang, terutama tentang Quran. Bisa lewat guru akan tetapi lebih afdhol dengan ibunya sendiri. Ada seorang anak umur 5 th sudah hafal quran beserta terjemahannya. Itu persiapannya luar biasa ya nggak main2. Karena bapaknya hafidz, ibunya hafidzoh, pokoknya sejak mereka mau menikah mereka sudah menginginkan anaknya hafal quran, begitupun suaminya sebelum nikah juga ingin punya istri hafidzoh makanya anak umur 5 tahun sudah hafal ya. Karena mereka tiap hari murajaah bergantian ya, setiap hari 30 juz.

Akhwatifillah, makanya kalian sudah harus menguasai tajwid ya agar bisa mengajarkan ke anaknya, dan anti harus sabar karena mengajarkan itu sulit. Ilmu alquran ini harus dikenalkan sejak dini. Kalo ustz yoyoh yusroh kasih hadiah ke anak2nya satu anak satu alquran, sehingga mereka punya alquran favoritnya satu2. Dan subhanallah ketika saya hadiahkan alquran pada anak2 mereka bangga ya seperti sudah besar karena sudah dikasih quran sama ummi. Kalo memang kita tidak bisa memenuhi untuk ngajar sebaiknya kita panggil guru. Bukan hanya pintar tapi kita harus pandai mentransfer ilmu karena anak2 berbeda. Dan anak saya sudah diajarkan hafal al-baqoroh karena memang al-baqoroh adalah kunci menghafal surat2 lainnya agar lebih mudah. Kalo bentak2 dan tidak sabar dalam ngajarkan anak itu gaya lama,ya, perlahan n sabar.

 

Trus bab thaharah juga harus dikuasai oleh kalian, banyak ibu2 yang anak2nya mau pipis malah langsung dibuka celananya saat itu juga., harusnya dibawa ke tempat tertutup baru dibuka, ini mengajarkan agar menutup aurat. Itu dr kecil itu diajarkannya. Bahkan ketika bayi pun ketika ia pipis atau BAB biasakan kita permisi cari tempat tertutup n tanpa terlihat banyak orang, sekalipun di depan temen2 liqo ya. Sampai kita bilang ke anak kita “ tutup dulu ya, malu nih”

Sy juga ngajarkan kalo bersihin stelah BAB ajarkan utk menyiram minimal 3x, trus kaki disiram lagi. Kalian tau? Banyak org terjerumus api neraka karena air seni? Itu ada haditsnya ya n itu krn ga diajarkan sejak kecil.

Termasuk menyusui, saya waktu itu menyusui di motor sambil dibonceng suami saya dan anak saya sudah lapar, ya sudah sambil diberi saja dibalik kerudung. Tapi tidak saya biasakan ya kecuali darurat.

Nah bab NAJIS juga harus kalian kuasai ya, ajarkan ketika pipis itu adalah najis. Kan ada anak2 yang pipis sambil lari2 dan kita ajarkan supaya ga lari kmana2. Nggak ada kurikulumnya ya ilmu ini ya? Makanya ibu tuh kalo sdh mau punya anak itu seperti guru ya

Kemudian setelah bab najis, bab sholat. Kapan kita mulai mengajarkan sholat? Itu saya baca dari buku ketika anak sudah bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Tapi sebisa mungkin ketika mereka masih bayi mereka diikutsertakan ya. Ada juga yang ketika sedang sholat ibunya diganggu oleh anaknya ya, nah ini adalah ujian ya. Kita doakan saja kemudian kita ajarkan perlahan ketika anak berbuat seperti ini. Murabbi saya ya, itu punya satu anak kalo umminya lagi sujud itu disiram air. Selalu itu tiap sholat. Kan jadi nggak khusyuk, dan beliau sabar sekali. Itu mukena sampe coklat2 karena disiram teh. Trus murabbi saya hanya istighfar saja dan bersabar, insyaAllah akan berhenti sendiri. Padahal itu sudah dibilangi setiap hari itu, tapi tetap saja dan akhirnya setelah setahun baru berhenti. Ini murabbi teladan bagi saya ya, beliau ini mutarabbinya bu Yoyoh Yusroh. Contohnya luar biasa sebagai murabbi. Beliau kenceng sekali dalam mengingatkan anak2nya sholat, selalu mengingatkan sholat di awal waktu. Beliau itu tegas bukan marah, selalu tak-tak-tak, tapi tidak pernah naik.

 

Bab puasa juga harus kita ajarkan, nah ini kapan mulai ngajarkan? Pas lagi dalam kandungan. Anak saya, mereka ini saat sudah besar mudah sekali puasa. Sejak usia 4 tahun mereka sudah puasa ramadhan, ada yg lgs 1 hari full ada yg setengah hari,  keliatannya ekstrim ya, tapi menurut saya tidak. Ada juga yg senang puasa Daud dan sunnah senin kamis. Nah ini krn sy masih hamil sering puasa, semakin tua kehamilan semakin sering puasa, bayi kita juga diajak puasa sambil bilang ke bayi kita, “sekarang ummi lagi puasa senin-kamis nih”. Makanya anak2 saya pas udh besar2 mudah sekali puasa. Tapi jangan dipaksakan juga ketika lagi hamil n sakit untuk berpuasa, tetap lihat kondisi kita.

 

Bersedekah juga kita ajarkan ya kepada anak2, biasakan kalo kita mau kasih orang suruh saja anak kita untuk yang memberi langsung. Saya juga ajarkan kalo sedang kasih sambil berdoa kepada Allah, “ya Allah sy ingin jd anak sholeh, bla,.bla”. itu saya ajarkan itu dr kecil. Doa’-doa yang kita ajarkan adalah doa doa sederhana, itu harus kita ajarkan. Itu bab din ya, tolong dipersiapkan ya sebaik-baiknya, sedini-dininya. Termasuk bab menutup aurat

Bagaimana mungkin anak kita akan menutup aurat kalo mereka tidak melihat ortunya baik menutup auratnya. Banyak anak2 yang lepas jilbab begitu sampai di rumah setelah sekolah ya itu karena ortunya tidak memakai jilbab. Anak saya suka cerita, “kok anak itu suka ga pake jilbab ya mi?” karena yang mereka tahu adalah jilbab itu dipakai dari kecil. Maka kalo ada yg tanya ke saya, “kapan anak dijilbabi?” itu mulai umur 2 minggu. Terlalu dini ya? Kan jilbab itu hangat, dan kulit2 kepala itu kalo sudah biasa ditutup, suatu saat terbuka malah akan merespon dan akan risih. Saya tidak mengatakan kepada mereka kalo di surat al ahzab, bla-bla, nanti di neraka, kulit kepala dan rambut kalian akan ditarik2, mereka malah akan takut kalo dibilang seperti itu, makanya harus dibiasakan. Anak2 saya bahkan tidur itu nggak lepas jilbab. Anak2 saya kalo lepas jilbab itu di kamar, itu saya nggak nyuruh karena mereka liat saya kalo lepas jilbab tempatnya di kamar. Ada anak kecil yang kalo datang ke rumah siapa saja langsung buka kerudung, itu karena konsepnya bukan buka di ruangan tapi di rumah. Saya karena di rumah ada keponakan saya ya, akhirnya ya saya rapet, mereka juga (anak saya) pasang jilbab rapat. Saya hanya ngajarkan kalo tidak boleh terlihat laki-laki. Saya cuma ngajarkan yang boleh melihat hanya ayah dan kakak laki2.

Nah trus liat anak2 SMA skrg, mereka pake rok tapi tidak pake dalaman, nah ini hrs dibiasakan dr kecil. Kalo pake rok, hrs ada celananya. Makanya cucian saya banyak sekali. Tp mereka sudah dibiasakan sehingga tidak risih dan gerah.

Sekian. Wassalamu’alaykum semoga bermanfaat bagi para ukhtifillah calon ibu-ibu cerdas🙂

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s