‘Abdan Syakura

Pernah sekali melihat postingan menarik dari seorang senior mengenai “‘abdan syakura”, waktu itu saya masih belum tahu betul makna dari ‘abdan syakura sehingga hal tersebut membuat saya terpaksa surfing dan cari-cari di Al-Qur’an. Isi postingannya kurang lebih mengenai senior saya yang sedang merasa futur. Di tulisan tersebut ia memaparkan bagaimana ia — sebagai seorang muslim yang pada dasarnya sangat taat, sedang dilanda kegelisahan jauh dari rasa bersyukur pada Allah dan di akhir tulisan tersebut bahwa Allah akhirnya mengingatkannya untuk selalu menjadi ‘abdan syakura yang taat.

 

Belajar dari tulisannya, saya baru sadar. Belakangan ini saya sibuk. Terlalu sibuk dengan pekerjaan, tugas, dan segala hal yang berbau duniawi dan hablum minannaas. Alhamdulillah saya sempat diingatkan oleh Allah melalui tulisan tersebut, Saya yang kemarin (insyaAllah hari ini dan seterusnya semoga tidak  lagi) sedang di bawah dan terasa betul dampaknya. Jauh dengan Allah, sedikit meresapi kalam-Nya. Ruh ini rasanya kering, tak ada asupan. Tubuh ini kelelahan, ia bekerja tanpa ruh yang “sehat”. Ia tak merasakan kenikmatan bersama ruh yang benar-benar hidup.

 

Semua ‘ulama setuju bahwa setiap insan pastilah naik turun kadar keimanannya, tinggal bagaimana kita terus tetap menyadari dan senantiasa berdoa pada Allah yang mebolak balikkan hati agar senantiasa menunjukkan kita pada jalan kebenaran.

 

Rasa syukur ini kemarin tidak diwujudkan dalam kenikmatan beribadah dan berduaan dengan-Nya. Kita semua tahu, rasa syukur bukan hanya terucap dalam kata tapi diwujudkan dalam amal ibadah pula. Seperti Rasulullah SAW yang selalu mewujudkan rasa syukurnya melalui ibadah sholat, puasa, zakat, serta ibadah-ibadah lainnya yang berhubungan dengan makhluk-Nya. Rasulullah SAW yang setiap malam memikirkan kita dan takut akan azab Allah dalam setiap sholat malamnya, itu semua perwujudan Rasul SAW dalam bersyukur kepada Allah. Rasa syukur yang tidak pernah terhenti dalam masa kerasulannya, Muhammad SAW, Sang Kekasih Allah.

 

Mari belajar untuk senantiasa menjadi ‘abdan syakura, hamba yang bersyukur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s