Cita-cita Misterius

Image

Maafkan……

karena blog ini sudah sekian minggu tidak diisi, sudah sangat usang sekali kelihatannya, ya?

Ah, kali ini saya isi deh dengan sebuah tulisan mengenai sebuah cita-cita misterius saya. Haha, ceritanya sok banget misterius

 

Mengapa saya buat judulnya “Cita-cita misterius?”. Begini, hingga detik saya menulis ini, saya masih berjibaku dengan pikiran saya sendiri mengenai hal apa yang sangat potensial dari diri saya. Maka dari itu hingga detik ini saya masih terus berjalan mencari fokus atau spesialisasi saya kelak.

Sejak SMA hingga sekarang, jujur saya masih ragu apa sebenarnya keahlian atau spesialisasi yang saya miliki hingga saya benar-benar bisa maksimal dalam satu bidang. Well, saya sendiri memang suka sekali mencoba hal-hal yang baru. Jadi memang masih banyak coba-coba!😀 Sampai suatu hari saya tetap pada kesimpulan ingin memfokuskan diri menjadi pengusaha atau nama beken zaman ini yaitu “entrepreneur”. Yap, itu mimpi besar saya, satu.

Namun, belakangan ini saya baru mencicipi sebuah dunia baru, dunia yang sangat mengasyikkan. Dunia itu saya sebut “World of Imagination n Reality”. Dunia Imajinasi dan Realita.

***

Akhir-akhir ini, saya baru menyadari salah satu potensi yang saya miliki yaitu potensi dalam dunia bahasa atau linguistik. Semenjak kecil, nilai bahasa saya selalu paling bagus, entah mengapa menirukan dan mempelajari tata bahasa begitu asyik dan tak pernah menjemukan. Maka dari itu nilai bahasa Sunda, bahasa Perancis, bahasa Inggris saya selalu diatas rata-rata semasa sekolah dulu. Yang saya herankan sekali lagi, saya tak pernah menyadari bakat dan potensi saya dalam dunia bahasa yang isinya penuh dengan susunan kata, aturan, dan kalimat-kalimat menjelimet. Saya baru menyadari potensi ini justru ketika saya mulai banyak menulis. Entah, saya juga tidak tahu apakah mempelajari bahasa-bahasa akan ada pengaruhnya pada proses menulis, namun sejauh yang saya alami, ya, ada.

Saya tidak punya background atau track record yang baik dalam bidang kepenulisan. Yang saya tahu, dulu sewaktu SMA, saya pernah ingin membuat sebuah novel sederhana bertemakan roman dengan setting Eropa dan Indonesia pada zaman kolonial, namun sayang seribu sayang semua hanya berakhir di bab 1 karena saya menemukan banyak kendala.

Semasa awal kuliah, saya begitu aktif di berbagai organisasi, banyak mimpi dan karya yang ingin saya torehkan di masa muda. Alih-alih dari iseng menulis mimpi dan motivasi untuk diri sendiri, saya malah kepincut pada kegiatan menulis dan ingin menajamkan kemampuan menulis saya. Sebulan, dua bulan berlalu, saya malah semakin tertarik untuk menebar manfaat lewat jalan menulis. Barulah setelah setahun lebih suka sekali mengisi blog, saya pikir menulis adalah satu hal yang sangat mengasyikkan, dan bisa jadi potensi yang sangat baik apabila terus dikembangkan. Sempat terbesit beberapa waktu ingin sekali membuat tulisan pada blog ini menjadi naskah-naskah yang utuh. Menjadi penulis pun menjadi cita-cita misterius saya karena datangnya memang tidak disangka dan tidak pernah terpikir sebelumnya.

Bukan sekedar suka nulis kemudian terpikir menjadi penulis. Saya juga sangat merasakan banyak manfaat dari kegiatan menulis. Menulis menjadi labuhan saya ketika emosi sedang memuncak, entah dalam keadaan senang maupun susah. Menulis membuat saya terus berpikir mengenai dunia dan perputaran waktu di dalamnya, menulis juga membuat saya banyak merenung dengan kesalahan atau perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya yang pernah saya perbuat. Dari menulis, manfaatnya bisa datang pada diri saya sendiri dan juga orang lain. dari menulis, saya juga dapat menyalurkan imajinasi serta ide-ide tentang kisah dan hikmah hidup. Pokoknya, manfaat menulis itu banyak sekali sehingga saya memutuskan menjadi penulis adalah salah satu cita-cita saya yang mungkin selama ini terpendam, tidak pernah saya ungkap sebelumnya pada sesiapapun termasuk diri saya sendiri.

Saya pun sering berpikir, kedepannya ingin sekali dapat terus menerus menelurkan tulisan-tulisan bermanfaat, yang karyanya dapat dibaca banyak orang. Walau begitu, saya tahu menjadi penulis yang karyanya dapat dinikmati banyak kalangan tidaklah mudah. Perlu proses serta aksi nyata. Saya tahu sekali untuk mengejawantahkan mimpi-mimpi ini perlu waktu dan pesakitan terlebih dahulu. Seorang penulis tidak boleh takut karyanya dicemooh atau tidak digubris, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menebar manfaat lewat tulisan-tulisan yang pernah kita goreskan dengan pena ini dengan kesungguhan.

Yap, bismillah. Doakan semoga suatu hari saya dapat menelurkan banyak karya yang bermanfaat ya, Terimakasih sudah mau melihat tulisan mengenai cita-cita saya yang mungkin sok misterius tapi serius ini. Hehe semoga manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s