Bicara

Hari ini, hari yang cukup mengesankan.
Aku dan Ibu banyak berbicara soal masa depan. Ya, terutama masa depanku.
Aku kagum sekali dengan Ibu, yang selalu menjadi pendengar setia, penasihat terbaikku.

Setiap kata yang kulantunkan pada Ibu didengarnya dengan seksama dan penuh kesabaran..

Tiap kata..

Ibu selalu ingin yang terbaik untuk aku, anakmu yang sering membuatmu kecewa..
Ibu selalu ingin aku bahagia kelak.. Hidup penuh makna tanpa penyesalan

Ibu juga tak pernah arogan sebagai Ibu, jika ada masukkan atau saran dariku, Ibu termenung dan mencoba memahami tiap kata yang keluar dari mulutku..

Kami lebih dari sekedar ikatan Ibu-Anak, kami seperti sahabat,
Walaupun aku tau cinta Ibu pasti lebih besar, pengorbanan Ibu lebih banyak, kesusahan dan kepayahan yang Ibu alami jauh lebih besar jika dibandingkan dengan aku.

Ibu, Ibu yang jadi jembatanku. Jembatan antara Allah dan aku. Ternyata benar Bu, jika ada orang yang bilang, ‘Ibu adalah malaikat yang dititipkan Allah pada anaknya’..
Aku takkan bisa sejauh ini tanpa Ibu..

Ibu, kita akan bertemu lagi kan Bu di surga Allah? Aku yakin, Bu.. Aku yakin bu karena tangis yang kita pecahkan bersama maghrib ini adalah satu bukti kecintaan kita pada-Nya, Bu.. Aku yakin, Bu..

Sampai jumpa nanti kelak di Firdaus-Nya, Bu.. Bersama Bapak juga Adik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s