Lillah, bukan lelah

Diri ini makin terkulai lemas memandangi potret diri yang kian hari kian melemah

tanpa pegangan tanpa tujuan

kau kemanakan kobaran semangat itu?

sungguh aku merindukan masa syahdu dimana aku selalu bisa berduaan dengan-Nya di akhir-akhir malam

sungguh aku merindukan dengungan tilawah di sepertiga malam ketika kebanyakan manusia memilih ‘mati’

aku juga rindu pada masa masa ketika tangan tak pernah merasa berat tuk membantu mereka yang kurang

hai, kau kemanakan semua itu? tidakkah kau kini sudah berazzam tuk selalu dekat dengan kalam-Nya?

hai, kau kemanakan semua itu?
bukankah kau selalu bilang ingin berkumpul dengan shahabiyah penduduk syurga?

hai, mana buktimu?

bukankah kau sudah tau bahwa kita hanya hidup kurang dari sehari di dunia ini?

kemana jemarimu yang senantiasa berlama-lama merapat pada sajadah di dinginnya malam?

kemana kakimu yang senantiasa berdiri kokoh memohon kepada-Nya dengan lirih?

Lillah. Bukan Lelah.

Lillah..
Lillah..
Lillah..

satu hari itu sangat singkat, cepat, juga tak terasa. Masihkah dirimu pergunakan waktu untuk hal tak berguna?

Lillah, bukan Lelah.
Jangan jadikan dunia ini surga bagi kita, dengan itu kita akan ikhlas dan senang menemui-Nya.

Tidakkah kau menginginkan ini?
“Fadkhuli fii ‘ibaadii. Wadkhuli jannatii..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s