Ketika Fase itu (mungkin) Terjadi

Suatu saat hari itu akan datang.. Mungkin..Jika Ia berkehendak

Hm ya, mungkin terlalu jauh untuk dipikirkan hari ini. Mungkin ketika nanti tiba saatnya, aku akan sangat bersedih melihat laki-laki yang selama puluhan tahun mengasuhku bukan lagi menjadi tempat berhibur dan berlindung utama ketika ada yang mengusik, ketika aku menangis karena terjatuh, atau ketika kucing peliharaanku mati. 

Mungkin nanti bulir air mata ini tak dapat terbendung lagi melihat raganya yang makin menua akan terpisah secara jasmani dengan putri tercinta. Bapak yang senantiasa melindungi dan mengajari hal-hal unik dan misterius bukan lagi menjadi pemimpin lagi manakala fase itu datang.

 

Bapak.. Aku menulis sambil menahan air mata ini sampai ke kerongkongan

 

Bapak, ketika masa itu datang, aku berharap cucumu kelak dapat bahagia seperti, 

 

ketika Bapak tak pernah mengacuhkan setiap pertanyaanku, walau pertanyaan itu hanya pertanyaan sepele,

 

ketika Bapak menyiapkan nasi goreng dengan sambal bajak lengkap dengan sayur tiap Ibu pergi, 

 

ketika Bapak mengajak memancing atau berenang,

 

ketika aku menginjak kedua kaki Bapak sambil berjalan bersamaan berpura-pura menjadi robot yang bertransformasi,

 

ketika Bapak menggendong dan memeluk saat aku terjatuh dari sepeda dan motor,

 

ketika Bapak menasehatiku tiap kali aku berbuat kesalahan,

 

ketika Bapak dengan senang hati mengajakku ke toko buku dan membeli banyak sekali buku,

 

ketika Bapak dengan semangat mengajari banyak bahasa,

 

ketika Bapak setia mengantar dan menjemput tanpa pernah mengeluh,

 

ketika Bapak tak banyak menuntut kepadaku harus seperti ini atau seperti itu,

 

ketika Bapak membawa abon yang banyak dari Solo,

 

dan masih banyak lagi

Bapak selalu ada untukku…

 

Bapak, saat ini dalam diam aku sedang bersiap menuju fase itu, 

Mempelajari segala hal,

Aku tak tahu kapan fase itu menyambutku,

Tapi yang jelas sekarang sedang kupersiapkan,

 

Bapak aku tak tahu siapa yang akan mengganti posisimu,

Aku juga tak tahu apa sifat dan karakternya akan mirip denganmu,

 

Bapak, Walau pemimpinku berbeda nanti,

Do’a dan bakti ini tak akan terhenti untukmu selama udara masih bisa kuhirup

 

Bapak, saat masa itu tiba aku berjanji untuk meneladani engkau juga Ibu, 

Untuk kebahagiaan keluargaku kelak,

Untuk Allah,

Agar kita bisa berkumpul kembali di surga-Nya

 

Allah Knows Best

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s