TEGURAN

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Kali ini tentang teguran dan kasih sayang. 
Kalian pernah ditegur oleh Ayah atau Ibu kalian saat kalian melakukan kesalahan? Kalau pernah, hari ini saya juga mendapat teguran, bukan dari manusia, tapi dari Allah.
Teguran yang cukup keras, bagiku.

Jadi, beberapa hari belakangan aku merasa jauh dari Allah, mulai dari ketidak-khusyu’an saat sholat, mengaji, dsb. Entah apa yang membuatku begitu terlena dan terlupa. Sepertinya aku kurang bersyukur. Terlalu sibuk mengurus ini itu, sehingga lupa dengan-Nya. Puasa Sunnah pun terlewat akhir2 minggu ini. Astagfirullahaladzim.

Dan teguran itu pun datang hari ini.
Siang sekitar pukul 14.30 aku berniat berangkat ke Depok untuk mengurus beberapa keperluan. Pergilah aku ke halte bus yang cukup jauh dari rumah diantar oleh Adik. Seperti biasa aku diantar dengan sepeda motor. Aku dibonceng di belakang dengan posisi duduk miring. Di tengah perjalanan adikku mencoba menyalip sebuah mobil. Dengan kecepatan tinggi, ia pun dengan ‘lihai’nya melewati sebuah elf besar yang berada di depan hingga akhirnya kaki kiriku membentur bagian belakang elf tersebut. Sangat keras. Lututku terbentur dan aku tak tahu lagi kondisinya seperti apa. Sekujur kaki kiriku rasanya perih dan nyeri. Entah bentuknya seperti apa. Aku hanya mengerang dan mencoba menahan air mata. Ternyata tak bisa, air mataku mengalir begitu deras hingga membuatku sesak.

Di tengah2 perasaan yang kelimpungan dan campur aduk, aku malah berpikiran yang aneh-aneh. “Nanti kena ini lagi, nanti jadi begitu lagi”, pikirku.

Akhirnya sampailah aku di halte bus. Sebal hingga rasanya ingin memarahi adik. Namun aku mencoba menahan amarah. “Makasih ya”, tuturku sambil mengerutkan dahi. “Maaf ya kaak..” Pinta adikku berulang kali. “Iya”

Rasa nyeri dan lemas pun bertambah,  ingin menangis saja rasanya. Tapi dengan kondisi dan situasi seperti ini mana mungkin. Aku mencoba menguatkan diri. Sambil menahan lutut kiri, aku mencari tempat duduk di halte. Aku tak tau harus mengeluh pada siapa sampai aku ingat pada Al-Qur’an yang belum kusentuh sama sekali hari ini. 

Kubuka halaman yang sudah kutandai sebelumnya.

Surah Al-Hadid :22-23

57:22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

57:23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

Kubaca sampai setengah surat, kulanjutkan lagi di dalam bus. Air mata mengalir bertambah deras saat kucoba membaca setiap kata. Semakin deras sampai-sampai aku tak memerhatikan sekitar lagi.

Apa hikmah dibalik kejadian ini,sahabat?

Allah memberi teguran padaku, mengingatkanku lewat musibah kecil yang memang sudah tertulis di lauhul mahfudz agar aku tetap tidak terlalu larut dalam kesedihan karena musibah yang aku terima dan tidak terlalu gembira akan apa yang didapat dari-Nya.Di dalam surah Al-Hadid ayat 20-21 pula, Allah mengingatkanku :

57:20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Betapa Ia sangat menyayangiku, memerhatikan hamba-Nya yang masih sering melupakan-Nya, sungguh aku patut bersyukur kepada-Nya.

I always try to love,remember,praise HIM every second in my life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s