Mau jadi Arsitek sukses? baca ini!

                     Jadi Arsitek sukses? waaaah mauu! Tapi tunggu dulu, sukses yang saya maksud bukan sukses yang banyak uang, bergelimang harta, rumah sana-sini, baju bertumpuk-tumpuk di lemari. Bukan teman, bukan itu. Simak dulu bacaan di bawah ini🙂

                    “Ran, apa arsitek itu bisanya kerja buat orang-orang menengah ke atas aja?”
“Ya, kayaknya sih kebanyakan gitu, kita mendesain buat orang kalangan menengah ke atas”
“Kalo emang gitu, aku takut lupa sama yang dibawah”………

                     Percakapan tersebut terjadi kurang lebih setahun yang lalu.

Walaupun percakapan tersebut terjadi setahun lampau, tetap saja terus tersangkut dalam kepalaku. Setauku, sepanjang aku melihat duniaku sendiri, arsitektur interior, yang disajikan kebanyakan untuk orang-orang yang berduit, sekedar untuk estetika, kebanyakan begitu. Meski dikatakan begitu, dunia arsitektur interior ibarat “ini gue banget loh”. Namun saat aku berpikir lagi, apakah ilmu yang kugunakan ini benar-benar “gue banget”? Aku sering termenung dan berpikir, “apa ilmu yang kupelajari dapat menolong orang banyak? Apakah dapat menolong orang-orang yang benar-benar membutuhkan? Bukan sekedar dinikmati oleh kalangan atas sebagai estetika atau sejenisnya.”

                     Seringkali kutemui kesenjangan sosial di daerahku sendiri, di Depok.

                                           

                     Bangunan megah menjulang tinggi di depan sebuah pasar dan pemukiman warga yang becek, kotor, penuh sampah, tak teratur, dsb. “Apa si builder itu ga liat pasar, pemukiman disini yang masih becek?”, pikirku. It’s okay to build something, BUT look around you!
Kebanggaan seorang Arsitek itu saat ia sudah berhasil mendesain sebuah gedung pencakar langit atau gedung mewah yang terkenal. Ya, mendesain memang pekerjaan kami. Tapi masih banyak yang mem”butuh”kan kita, Arsitek. Banyak masalah yang harus dipecahkan untuk negeri ini. Coba lihat Ridwan Kamil, seorang Arsitek yang peduli dengan lingkungan, dengan urban life. Banyak karya-karyanya yang dibuat untuk kepentingan sosial seperti Museum Tsunami di Aceh, Rumah Botol pribadinya dan masih banyak lagi. Beliau juga berkata bahwa,

                      “Kreatifitas digunakan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat. Buat apa gunanya teknologi, tapi di Indonesia kekumuhan masih ada, orang miskin ngga makan selama tiga hari”.

                      Ridwan Kamil memberi banyak masukan untuk para pemuda kreatif,

                     “Lakukan sesuatu bersama-sama sebagai orang-orang yang kreatif, yang tentunya dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat, jangan hanya complain”.

                     Arsitek harus melek sosial dan action. Teman-teman pembaca dari kalangan apapun juga, gunakan ilmu yang kita miliki untuk membantu memecahkan permasalahan negeri, tidak harus yang ‘wah’, mulailah dari hal yang kecil untuk terus menumbuhkan rasa sosial dan ingin melihat negeri kita maju. Untuk teman-teman Arsitek, coba tanya lagi pada diri sendiri, apakah kita hanya puas dengan rampung membangun gedung-gedung tinggi mewah sementara Jakarta masih merupakan kota dengan tingkat polusi terburuk ketiga di DUNIA?

Do something with your creativity to change the society. Jangan hanya puas untuk diri sendiri – Ridwan Kamil

Menurutku, kebahagiaan seorang manusia itu muncul saat ia dapat menolong atau membahagiakan orang lain. Mari jadi Arsitek kreatif yang peduli dengan negeri. Lihat ke bawah, jangan ke atas terus. Pemuda harus semangat!

Terakhir, sebuah lagu dari Beyonce yang mudah-mudahan membangkitkan semangat kita sebagai manusia.

http://www.youtube.com/watch?v=i41qWJ6QjPI

….
I just want them to know
That I gave my all, did my best
Brought someone to hapiness
Left this world a little better just because

I was here

(I Was Here – Beyonce)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s