Secuil Bakti untuk Mereka

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah kurang lebih 7 bulan lamanya meninggalkan dunia blog, saya memutuskan kembali menulis dan insya Allah akan selalu menyempatkan waktu saya berbagi pengalaman maupun pengetahuan pada orang-orang yang membacanya yang tentunya akan bermanfaat (semoga dapat konsisten). Bulan ini adalah awal liburan panjang, yang sebenarnya singkat menurut saya, yang insyaAllah akan saya gunakan sebaik-baiknya.

Akhir-akhir ini Bapak dan Ibu sedang bersemangat berbisnis di bidang kuliner, mereka baru memberi tahu saya bahwa mereka akan berjualan di daerah yang letaknya lumayan jauh dari rumah. Mengetahui hal tersebut saya bersemangat dan sangat ingin membantu. Rupanya Allah memberi sedikit ujian bagi saya semalam sebelum menjalankan tugas saya sebagai anak. Malam itu saat masih di Depok, saya dilanda demam serta flu berat. Merasa bahwa saya tidak mampu pulang seorang diri malam itu, saya meminta Ibu dan Bapak agar menjemput saya di Depok, walau sebelumnya Ibu sudah menawarkan bahwa ia akan menjemput pada pagi harinya namun saya tak bisa karena ada janji pada pukul 15.00. Pukul 21.00 Bapak dan Ibu datang memberi kelegaan sekaligus mengingatkan saya untuk banyak bersyukur pada Allah bahwa saya dititipkan di keluarga Super Hebat yang mungkin jarang didapatkan banyak anak-anak diluar sana. Sebagai rasa syukur dan terimakasih saya pada Ibu dan Bapak, esok harinya saya tetap membantu Ibu dan Bapak berjualan. Akhirnya Saya, Adik, serta Bapak yang berjualan. Sop Sapi, itulah “produk” yang akan kami jual setiap hari Jum’at di depan sebuah Masjid di kotaku. Dengan penuh semangat, aku dan adik yang melayani para pembeli sedangkan Bapak sengaja kami (Saya dan Adik) minta untuk tidak terlibat dalam pelayanan pelanggan. Betapa senangnya saya dan adik ketika pelanggan pertama datang, begitu pula pada pelanggan kedua, ketiga, dan seterusnya.

Siang itu sebelum Sholat Jum’at, seorang Bapak datang beserta istri dan anaknya. Ia hanya memesan seporsi sop untuk dirinya lalu setelah selesai makan ia langsung bergegas untuk sholat. Hebatnya, beberapa jam ba’da Sholat Jum’at, ia datang dan kembali memesan seporsi sop sapi. Agak terkejut rasanya, namun sangat senang! Terbukti masakan buatan Ibu memang sangat lezat, tidak hanya pada lidah suami serta anak-anaknya, namun lidah kebanyakan orang. Banyak juga yang memuji kepiawaian Ibu dalam memasak sejak saya masih kecil.
Namun Allah berkehendak lain. Hari itu makanan kami tidak habis sesuai target, mungkin hanya setengahnya. Kata Bapak, Sop Sapi memang masih asing untuk dijual di daerah Bekasi. Saya berusaha meyakinkan Adik dan Bapak bahwa bisnis ini akan laku keras jika kami sekeluarga konsisten dan serius menjalankannya karena Sop Sapi buatan Ibu memang sangat enak dan sesuai harga pasar, bahkan lebih murah jika dibandingkan dengan Sop Sapi yang dijual di daerah Cikarang tempat Ayah bekerja. Kami sekeluarga tetap optimis dan saya selalu meyakinkan Ibu bahwa makanan yang ia masak hari itu tidak habis terjual bukan karena rasanya yang kurang enak, namun karena kami baru berjualan pertama kali dan karena menu yang masih asing di daerah tersebut. Ya, yang kami perlukan adalah tetap berusaha dan berdo’a agar semuanya berjalan lancar. Insya Allah, Aamiin.

Bantulah orang tuamu selagi kalian masih bisa bersama mereka – semoga ini dapat kita terapkan seterusnya, aamiin.

5 thoughts on “Secuil Bakti untuk Mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s