Teladan yang Baik

Generasi yang baik datang dari pendidikan yang baik…
Dan pendidikan terbaik ada di rumah, pada ibu dan bapaknya serta lingkungan yang mendukungnya…
Jika ia tak menemukan teladan yang baik, hanya menemukan onggokan teori tanpa ruh,
Maka bersiap-siaplah tuk memanggul akibatnya,

Berlatihlah,
Tuk jadi teladan yang baik,

The Key of All : Sebuah catatan di Palm Beach Dubai

21.00 GST

Dubai City at Night
“Bruuuumm”

Bis yang kunaiki ini melaju dengan perlahan meninggalkan Dubai Internet City, pak supirnya tenang, tak ugal-ugalan seperti supir kopaja di Jakarta walaupun jalanan sangat lengang dan sepi malam ini. Maklum, malam minggu di Dubai tak sama dengan malam minggu di Jakarta karena hari libur disini jatuh pada hari Jumat. Aku memilih duduk di jendela agar dapat melihat pemandangan laut malam hari di sepanjang Palm Beach, namun sayang, karena dari pusat kota Dubai menuju Palm Beach harus melewati terowongan sehingga sangat sebentar kesempatanku untuk melihat laut malam hari.

21.30 GST

4722933_52_b

Aku menguap sesekali karena kelelahan sehabis presentasi dan menunggu seharian. Sambil merapikan tas, aku mulai berdiri karena bus sudah berhenti. Aku tak melihat apa-apa dari jendela kecuali bangunan mewah bernama Rixos Hotel dan pohon palem yang dihiasi lampu-lampu cantik. Di sebelah kiriku hanya lautan gelap dan gedung-gedung tinggi nan megah dari kejauhan di pusat kota Dubai di seberang sana. Aku bergegas turun dari bus tanpa bergeming, bukan karena takjub, tapi karena lelah dan sudah mengantuk.

Aku turun dari bus bersama teman-temanku dari Ghana, tanpa semangat, tanpa sedikitpun excitement. Sepanjang jalan dari luar hotel hingga ke bagian belakang hotel aku yang biasanya memerhatikan ruang interior malah asyik mengobrol dengan teman-teman Ghanaku. Mewahnya hotel itu baru aku sadari saat pulang dari tempat itu menuju tempatku menginap di Bur Dubai.

Ketika sampai di hotel bagian belakang, dimana disana adalah tempat kami ‘after party’ di pinggiran Palm Beach, mataku bukan tertuju pada makanan, otakku tak tertuju pada keramaian di sudut sana dimana sudah banyak teman-teman berkumpul di meja makan. Satu hal yang aku pikirkan saat itu :

Aku ingin menyendiri dan merenung di pinggir pantai. Kalau bisa.

22.00 GST

fairmont-the-palm-dubai

Aku berhasil menyendiri. Melepaskan hingar bingar di sebelah sana, tempat orang-orang berkumpul dan bersuka ria. Tak pernah sebelumnya dalam hidupku harus mendatangi acara yang bernama ‘After Party’ ini plus aku belum pernah menginjakkan kaki di pinggiran pantai saat malam.

Angin malam Palm Beach mulai menggelitik, memang sekarang masih musim dingin sehingga anginnya cukup kencang, beruntung disini sepertinya jauh dari padang pasir di pusat kota Dubai sehingga tak ada pasir yang masuk ke mataku. Aku mencoba menyentuh pasir ‘buatan’ diatas pulau buatan ini dan air di pinggiran pantainya — dingin. Sesekali aku menengadah dan melongok ke atas langit Palm Beach yang hitam pekat saat itu sama dengan air laut Palm Beach, mereka sama-sama diam dan tenang. Meski langit dan lautnya sangat tenang, aku yakin gedung-gedung menjulang di seberang sana tidak setenang mereka.

Barang beberapa saat, otakku banyak memikirkan hal tentang apa yang aku rasa dan lihat malam ini sejak pergi dari Dubai Internet City hingga berdiri di pinggiran pantai ini. Pikiranku mulai bergumul sehingga sebuah ayat dalam Quran melintas di kepalaku,
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)

Iya, dunia ini penuh permainan saja. Bahkan pulau sekalipun manusia bisa membuatnya, gedung tertinggi mencakar langit pun manusia mampu. Butiran pasir yang kuinjak ini adalah pasir yang ditumpuk oleh manusia menjadi sebuah Pulau. Padang pasir yang gersang di seberang sana seketika terlihat menjadi kota yang subur dan gemerlap karena tangan manusia. Di belakangku, manusia-manusia bersuka ria di atas bangunan megah yang mereka buat sendiri untuk memuaskan mereka begitu pula pulau ini, dibuat untuk memuaskan manusia dengan segala pleasures yang katanya mereka dapatkan. Semuanya dibuat oleh manusia dan untuk manusia.

Allah, benar saja jika kita menujukan segala sesuatunya hanya untuk diri kita dan kepuasan kita di dunia, maka untuk apa kita hidup dan bekerja keras (untuk kesenangan dan kepuasan kita sendiri) jika akhirat adalah kampung kita?

“(Allah-lah) yang menciptakan kematian dan kehidupan supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalannya. Dia adalah Al ‘Aziz (Maha Perkasa) Al Ghafur (Maha Pengampun).” [QS Al Mulk: 2]

Ahsanu ‘Amala, the key of all…

Menjadi Tenang

young man relax watch on ocean

Pelajaran pertama ketika seseorang datang padamu dalam kegelisahan, amarah, ketakutan, guncangan karena musibah yang ia timpa atau apapun itu adalah menjadi tenang seperti air yang diam dalam kelembutan dan kesejukannya…

Ingatkah dengan apa yang dilakukan Khadijah saat Muhammad SAW datang dari Gua HIra dengan penuh ketakutan?

Saat Muhammad SAW datang dari tempatnya mengasingkan diri, Gua Hira, dengan guncangan yang begitu dahsyat, sesampainya di rumah, ia kemudian meminta Khadijah untuk menyelimutinya. Khadijah bukan lantas panik atau bertanya ini dan itu, tapi yang ia lakukan pertama kali adalah menyelimutinya, memberikan kehangatan dan ketenangan.

Ketika api menyala, harus ada air yang memadamkannya, bayangkan jika api bertemu api, apa yang akan terjadi?

#WordstoRemember

Bagaimana Bisa

Bagaimana bisa, seseorang tak gelisah, terhadap dunia.

Bagaimana bisa, seseorang tak gelisah, manakala kain kafannya kini tengah dirajut.

Bagaimana bisa, seseorang diam, ketika ia tahu perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia menegakkan Islam.

Bergeraklah dan mohonlah kekuatan dari-Nya.

Bergeraklah sebelum terlambat, sebelum sang penghancur kelezatan dunia mendatangimu….

Love to Talk

InspirationalQuotes.Club-wisdom-communication-talkative-silence-Ali-ibn-Abi-Talib

“The wiser a man is, the less talkative will he be”

This is one of a great naseeha for me, Alhamdulillah praise to Allah Who have shown me this inspirational quotes from shahaba ‘Ali Ibn Abi Thalib RA

Some people are fond of talking, sometimes, it is simply because (in my opinion) they just want to share their thoughts, or they just want to give information, but sometimes it become too much.

I have a friend, who less talkative but in fact she has so many ‘ilms. One day there was an islamic lecture where there were a lots of students there including her. So the time for discussion had come because there was a question from a student, then all the students were in a ‘war discussion’, they told this and that, someone realized that she (the person i mentioned before) kept silent until she talked about her opinion in a great way and a great of knowledge of islamic ‘ilm, and all the students became quiet listening to her. Her answer were the best answer at the discussion’s time…

I know this story had given me a very deep lessons learned. She knew when to speak and how to control the situation.

Not talking doesn’t mean you know nothing, right? You just simply want to speak when it is necessary and useful for others :)

Explanation-of-the-Hadith

“Whoever believes in Allah and the Last Day, let him speak good or else keep silent” – Prophet Muhammad SAW

The-Man-Who-Says-Less-Umar-ibn-al-Khattab-Quote-Islamic-Quotes-

“May God bless the man who says less and does more” – Omar Ibn Khattab

:”) how jleb it is

Foolish Ones

quote-how-strange-and-foolish-is-man-he-looses-his-health-in-gaining-wealth-then-to-regain-ali-ibn-abi-talib-75-8-0860

I remember the story when Ali passed away, Mu’awiyyah cried, though Mu’awwiyah still had a hard situation that time with ‘Ali. Then a friend of Mu’awiyyah asked him why did he cry for Ali, and he said ” Ali passed away. We’ve just lost one of the ‘ilm”. It shows us that ‘Ali was rich of ‘ilm..

I try underline some words in his quotes :

He ruins the present while worrying about his future – but weeps in the future by recalling his past.

such a waste of time, Ran. such a waste of time….

So Long, Ramadhan! InsyaAllah

Aku tertekuk di sudut ruangan, tertunduk sambil menyadari air mataku turun perlahan..
Esok ia akan datang..
Bulan yang dinanti-nanti..
Bulan yang setiap detiknya akan berkali lipat balasan kebaikannya..

Sebulan lalu aku merenungi itu..

Kini…
Ia akan pergi,
Dan tak tahu apakah aku dapat menghampirinya kembali…
Sementara aku tak tahu apakah aku mendapat ampunannya…
Sementara tubuh ini masih banyak lalai selama sebulan Ramadhan ini..

Allah, ampunilah kami.. Ya Ghaffur.. Yaa Rahman… Pertemukan aku pada Ramadhan selanjutnya, apabila aku tak dapat menjumpainya, semoga Engkau merahmati aku, ibu bapakku, beserta orang yang kusayangi di jalan-Mu…